Senin, 15 Februari 2016

Laporan PPL


LAPORAN
PRAKTEK PENGALAMAN KEGURUAN (PPK 2 )
DI SMP NEGERI 1 KOBALIMA
TAHUN PELAJARAN 2015/2016


Untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat
guna menyelesaikan program Praktek Pengalaman Keguruan (PPK)
di SMP NEGERI 1 KOBALIMA


OLEH
OKTAVINAUS HALE MORUK
NPM : 2121000210117
 









IKIP BUDI UTOMO MALANG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSATA DAN KEOLAHRAGAAN
2015


LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Individu Program Praktek Keguruan (PPK) di SMP NEGERI 1 KOBALIMA ini telah disetujui dan disahkan untuk dilaporkan :

Wemasa, 05  Desember 2015

Mengetahui
Guru Pamong                                           


MONIKA DAHU KOLIK, S.Pd
NIP. 19861227 201001 2 029



Mengesahkan       
Kepala SMP NEGERI 1 KOBALIMA



GREGORIUS TUAS, S.Pd
NIP. 19790309 200501 1 015






KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta Hidayah-NYA, sehingga dalam Program Praktek Keguruan (PPK) yang dilaksanan mulai tanggal 05 Oktober sampai dengan 05 Desember 2015 yang bertempat di SMP NEGERI 1 KOBALIMA dapat diselesaikan dengan baik sampai pada saatnya penulis menyelesaikan Laporan Individu dalam Program Praktek Keguruan (PPK) ini yang juga merupakan salah satu laporan wajib praktikan.
Terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.      Bpk. Gregorius Tuas S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP NEGERI 1 KOBALIMA
2.      Ibu Monika Dahu Kolik S.Pd. selaku guru pamong di SMP NEGERI 1 KOBALIMA
3.      Seluruh dewan guru dan karyawan di SMP NEGERI 1 KOBALIMA
4.      Drs. Harun Ahmad S, M.Pd. selaku Kepala Pusat Pengembangan Profesi Keguruan IKIP Budi Utomo Malang.
5.      Orang tua dan keluarga yang selalu mendukung, membantu dan mendoakan untuk keberhasilan dalam studi termasuk pelaksanaan Program Praktek Keguruan (PPK) ini.
6.      Rekan-rekan PPK-2 IKIP Budi Utomo Malang.
7.      Siswa-siswi SMP NEGERI 1 KOBALIMA
Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan Individu dalam Program Praktek Keguruan (PPK)  ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca dan penulis khususnya.


Wemasa, 05 Desember 2015

Penulis



DAFTAR ISI
COVER/HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTRAR ISI........................................................................................................................... ii
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................................. 1
B.     Tujuan dan Manfaat PPK............................................................................................. 2
C.     Waktu dan Tempat PPK.............................................................................................. 3
D.    Kegiatan Awal............................................................................................................. 3
BAB II  MASALAH – MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PELAKSAAN PPK
              A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)................................................. 8
              B.     Proses Penampilan.......................................................................................................... 9 
              C.     Bimbingan Belajar/ Ekstra Kurikuler.............................................................................. 11
              D.    Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah............................................................................ 11
              E.     Proses Bimbingan........................................................................................................... 12
BAB III  FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIHADAPI
             A.    Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)..................................... 13
             B.     Proses Penampilan.......................................................................................................... 13
             C.     Bimbingan Belajar/Ekstrakurikuler................................................................................. 13
             D.    Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah............................................................................ 14
             E.     Proses Bimbingan........................................................................................................... 14
BAB IV   UPAYA PENANGGULANGAN PERMASALAHAN  YANG DIHADAPI
            A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran........................................................... 15
            B.     Proses Penampilan.......................................................................................................... 15
            C.     Bimbingan Belajar/Ekstrakurikuler................................................................................. 16
            D.    Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah............................................................................ 16
            E.     Kegiatan Penutup........................................................................................................... 16
BAB V  PENUTUP
           A.    Kesimpulan..................................................................................................................... 17
           B.     Saran............................................................................................................................... 17
LAMPIRAN – LAMPIRAN
DOKUMENTASI

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal banyak faktor yang mempengaruhi antara lain bimbingan dan pangajaran dari seorang guru terhadap peserta didik (siswa). seorang  guru harus mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mendidik dan mengajar. Guru harus kompeten dan layak sesuai keahliannya (profesional). Seorang guru dikatakan kompeten dan layak bukan hanya diuji dari kemampuannya menguasai materi tetapi juga mampu menyampikannya secara baik sehingga mampu dipahami oleh siswa. Guru harus mampu mengarahkan dan memmbimbing siswa untuk belajar dengan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Guru juga harus mampu memotivasi dan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar sehingga sisiwa mampu memperoleh hasil belajar yang maksimal.
Dengan berbagai tuntutan dan tantangan yang harus dihadapi oleh guru dalam bidang pendidikan maka penulis yang adalah mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang yang juga merupakan seorang calon guru merasa perlu untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia pendidikan yang sesungguhnya. Sebagai seorang calon guru, penulis perlu mempersiapkan diri agar kelak bisa menjadi seorang guru yang layak dan kompeten.
Sebagai tindak lanjut  IKIP Budi Utomo Malang melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya adalah kegiatan Program Praktek Keguruan (PPK). Kegiatan PPK merupakan suatu upaya yang ditempuh dalam rangka meningkatkan kemampuan seorang guru untuk mengemban tugas atau profesi keguruannya. Kegiatan ini dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di lapangan. Hal ini karena tugas dan tanggung jawab seorang guru sangat luas, tetapi tugas di depan kelas merupakan salah satu tugas yang dianggap sangat penting.
Dalam kegiatan PPK akan banyak dipenuhi permasalahan baru yang tidak mungkin dapat dipecahkan secara tepat ketika berada di depan kelas. Segudang teori yang diperoleh pada saat kuliah tidak akan mampu menjawai sejumlah persoalan di lapangan atau sekolah. Tempat praktek dan mekanisme pengaturan waktu akan muncul sacara bersamaan melahirkan situasi baru yang belum pernah ditemui oleh mahasiswa. Jadi mahasiswa praktek mengajar sekaligus dihadapkan pada situasi kompleks dan majemuk yang nantinya berguna bagi mahasiswa dalam mencari solusi dan pemecahan masalah.
Dengan dihadapkannya  mahasiswa pada kegiatan ini diharapkan akan memberikan nilai tersendiri dalam rangka menciptakan atau pembentukan tenaga kependidikan yang profesional sehingga tercipta lulusan – lulusan yang berkualitas di tengah – tengah masyarakat
B.       Tujuan dan Manfaat PPK
PPK adalah salah satu program mata kuliah yang diselenggarakan oleh P3G (Pusat Pengembangan Profesi Keguruan) IKIP Budi Utomo Malang berupa kegiatan pembelajaran praktek mengajar secara nyata dalam bentuk latihan mengajar di kelas yang sesungguhnya bagi mahasiswa yang berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan baik kegiatan mengajar maupun tugas keguruan lainnya.
Tujuan dari PPK adalah untuk melatih mahasiswa dalam menjalankan tugasnya sebagai calon guru yang dapat mengemban kinerja keguruannya dengan baik. Selain tujuan di atas, ada tujuan lainnya pula sebagai berikut:
1.      Memberi kesempatan kepada mahasiswa PPK untuk menerapkan disiplin ilmu yang diperolehnya selama masa perkuliahan.
2.      Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan mengajar dengan mengujicobakan berbagai strategi pembelajaran.
3.      Diharapkan setelah menyelesaikan PPK mahasiswa dapat mengembangkan satuan pelajaran ( satpel ) serta mempraktikannya.
4.      Melalui observasi atau orientasi mahasiswa dapat memahami salah satu aspek tentang keguruan di luar praktek mengajar dengan pembuatan laporan mengenai PPK yang telah dilaksanakan.
5.      Menambah wawasan bagi mahasiswa/i PPK dari sekolah tempat pelaksanaan PPK.



C.      Waktu Dan Tempat PPK
Waktu Kegiatan              
Ø  Awal                         : 05 Oktober  2015
Ø  Berakhir                    : 05 Desember 2015
Tempat Kegiatan              : SMP Negeri 1 Kobalima
Objek PPK                       : Pembelajaran Siswa dan Siswa Kelas  IX

D.      Kegiatan Awal
Tahap ini adalah tahap sebelum pelaksanaan PPK dilaksanakan. Tahap ini merupakan tahap pendaftaran  PPK melalui P3G dengan rentang waktu 15 Juni 2015 – 01 Agustus 2015. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan PPK-1 berupa microteaching pada tanggal 10 Agustus – 12 September 2015. Setelah dinyatakan lulus PPK-1 pada tanggal 17 September 2015 maka seluruh peserta PPK-1 yang lulus berhak untuk melanjutkan ke PPK-2 yaitu pengajaran secara langsung di sekolah.
Tahap PPK-2 ini meliputi pertemuan pembimbing PPK-2, pembekalan dan observasi/pengenalan sekolah (profil sekolah). Mahasiswa yang mengikuti PPK di SMP Negeri 1 Kobalima ini berjumlah 13 orang, yaitu :
NAMA
NPM
JURUSAN
TIFANI H.Y SUTARNO
2121000430277
SEJARAH & SOSIOLOGI
MARIA IMELDA NAMOK
2121000430007
SEJARAH & SOSIOLOGI
NORBERTO A. LOPES
2121000430250
SEJARAH & SOSIOLOGI
ALCINA B.M DACOSTA
2121000210292
MATEMATIKA
APLONIO G. FATIMA
2121000210294
MATEMATIKA
LAURENTINA FRANS OES
2121000210326
MATEMATIKA
MARIA DASILFA NAMOK
2121000210139
MATEMATIKA
MARIA SIVA BITA
21210002100105
MATEMATIKA
MARIA FLORIDA NAHAK
2121000210056
MATEMATIKA
OKTOVIANUS H. MORUK
2121000210117
MATEMATIKA
YANUARIUS LUAN
2121000210116
MATEMATIKA
HERI SILVESTER S. BRIA
2121000220294
BIOLOGI
MARTINHO FRANS OES
2131000220326
BIOLOGI

Berikut adalah penjabaran dari kegiatan pembekalan dan observasi :
1.      Kegiatan Pembekalan
Kegiatan pembekalan peserta PPK-1 dilaksanakan pada bulan Agustus melalui koordinator  PPK-1. Materi kegiatan pembekalan (Micro Teaching) ini  berisikan penjelasan-penjelasan panduan PPK yang telah disusun oleh P3G IKIP Budi Utomo Malang yaitu tentang hakikat mata kuliah PPK-1, tujuan PPK-1, pokok-pokok kegiatan yang dilaksanakan, prosedur penilaian dan jadwal pelaksanaan PPK-1 serta hal-hal yang bersifat tehknis lainnya.
Maksud dan tujuan kegiatan pembekalan PPK-1 (micro teaching) ini adalah membekali mahasiswa sebelum benar- benar terjun ke sekolah tempat latihan praktik kependidikan untuk praktek mengajar. Latihan demi latihan harus diprogramkan secara sistematis dan konsisten, jika penampilan atau penyampaian bahan ajar itu tidak dilatih dan dibiasakan sedemikian rupa, maka apa yang dilakukannya di depan kelas hanyalah bersifat eksperimental.
2.      Kegiatan Observasi
Setelah dinyatakan lulus PPK-1 maka mahasiswa berhak untuk lanjut ke PPK-2 yaitu dengan berkonsultasi langsung pada dosen pendamping PPK-2. Kegiatan oservasi dilaksanakan pada  tanggal 05 Oktober sampai 05 Desember 2015. Kegiatan observasi diawali dengan kunjungan perdana ke SMP Negeri 1 Kobalima dengan meminta surat rekomendasi dari kepala sekolah bahwa mahasiswa di ijinkan untuk melaksanakan PPK-2 di SMP  Negeri 1 Kobalima. Kemudian menyerahkan surat rekomendasi dari kepala sekolah ke bagian P3G untuk mengambil surat pengantar dari kampus. Hari selanjutnya dilanjutkan perkenalan dengan masing-masing guru pamong.




BAB II
MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PELAKSANAAN
PROGRAM PRAKTEK KEGURUAN
Salah satu upaya guna mengembangkan potensi manusia adalah melalui pendidikan formal. Pendidikan formal ini mengemban tugas penting untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas di masa depan. Di lingkungan pendidikan persekolahan ini, guru profesional memegang kunci utama bagi peningkatan mutu SDM masa depan itu. Guru merupakan tenaga pendidik profesional yang melakukan tugas pokok dan fungsi meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik sebagai aset manusia Indonesia masa depan.
IKIP Budi Utomo Malang merupakan salah satu pendidikan formal di Indonesia yang terjun dalam dunia pendidikan dan merupakan sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia harus mampu menciptakan guru/tenaga pendidik yang berpengetahuan dan mempunyai pengalaman dibidangnya.
Program praktek keguruan yang dikenal sebagai PPK merupakan salah satu kegiatan IKIP Budi Utomo Malang agar para mahasiswa (praktikan) mendapat pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan. Sehingga jika mahasiswa telah lulus dari IKIP Budi Utomo Malang mahasiswa siap menjadi seorang tenaga pendidik yang dibekali oleh pengalaman. Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam profesi sebagai pendidik dan tenaga kependidikan serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab.
Budi Utomo Malang pada semester ganjil tahun ajaran 2015 - 2016 kembali melaksanakan Program praktek keguruan (PPK-2). Kegiatan PPK-2  ini dilaksanakan dari bulan September 2015 sampai dengan November 2015. Pelaksanaan PPK-2 dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satu dari sekolah tersebut adalah SMP Negeri 1 Kobalima di Jln. Masinlulik, Desa Litamali, Kec. Kobalim, Kab. Malaka
Pelaksanaan PPK di SMP Negeri 1 Kobalima telah memberikan banyak pengalaman bagi praktikan. Praktikan berharap dapat memberikan kontribusi bagi dunia kependidikan maupun lingkungan masyarakat kelak. Secara umum, pengalaman yang diperoleh berkaitan dengan bagaimana cara mengembangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi tersebut antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetenensi sosial.
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru yang berkaitan dengan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, berhubungan dengan siswa, materi pelajaran, media pembelajaran, dan sarana-prasarana. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam menguasai materi bahan belajar secara mendalam dan luas, yang mencakup materi minimal dalam kurikulum yang berlaku, substansi keilmuan yang mengenai materi tersebut, penguasaan strukrtur dan metodologi keilmuannya. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan individu yang mencerminkan kepribadian stabil, dewasa, arif, berwibawa, teladan, dan berakhlaq mulia. Sedangkan kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan siswa, sejawat guru, pimpinan, staf yang lain, dan masyarakat yang lainnya.
Kompetensi tersebut dapat dimunculkan dan dikembangkan melalui kegiatan PPK yang selanjutnya dapat dibawa dalam kegiatan mengajar kelak. Berbagai hambatan terjadi dalam kegiatan PPK ini seperti masalah yang berkaitan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penampilan kegiatan pembelajaran di kelas, bimbingan belajar dan ekstrakurikuler, partisipasi dalam kehidupan sekolah, dan proses bimbingan. Hambatan tersebut tentu saja tidak dijadikan faktor ketidak berhasilan PPK namun dapat dijadikan sebagai pengalaman agar hambatan tersebut tidak muncul kembali pada pengajaran selanjutnya.  praktikan diberikan kesempatan mempergunakan waktu selama beberapa hari untuk masa orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah latihan SMP Negeri 1 Kobalima. Pada masa adaptasi  terjalin sosialisasi dalam bentuk perkenalan dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan pihak sekolah, diantaranya:
1.    Kepala Sekolah;
2.    Wakil Kepala Sekolah;
3.    Para Guru dan Staf Pengajar;
4.    Staf Tata Usaha dan Perpustakaan;
5.    Staf Bimbingan Konseling; dan
6.    Siswa SMP Negeri 1 Kobalima
Selama 2 bulan masa PPK-2, telah banyak pengalaman yang memberikan input berharga bagi diri praktikan yang dimulai dengan proses adaptasi pada lingkungan sekolah, termasuk berinteraksi baik dengan para tenaga pengajar maupun dengan siswa-siswi SMP Negeri 1 Kobaima. Praktikan berperan sebagai guru yang bertugas untuk mengelola kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Namun, dituntut juga untuk mendidik serta membentuk kepribadian para siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam sistem pendidikan nasional.
Sementara dalam kegiatan pembelajaran, praktikan mendapat kesempatan mengajar di kelas IX C dan  IX D, dengan jumlah jam pelajaran setiap kelas ada 2 jam pelajaran. Jadi, setiap minggunya praktikan  mengajar sebanyak 8 jam.
Adapun jadwal mengajar selama PPK-2 di SMPN 1 Kobalima adalah sebagai berikut:
Hari
Kelas
Jam Ke-
Alokasi Waktu
Waktu Ganti
(10 menit)
Waktu Selesai
Senin
IX C
1-2
07:15 – 08:35
10 Menit
08:25






Selasa
IX D
3-4
08:35 – 09:55
10 Menit
09:45






Rabu
IX D
3-4
08:35 – 09:55
10 Menit
09:45






Kamis
IX C
5-6
10:25 – 11:45
10 Menit
11:35







Sebagai calon pendidik, praktikan berusaha menjadi teladan budi pekerti yang baik bagi anak-anak didiknya. Praktek Profesi Kependidikan sangat dibutuhkan bagi calon pendidik sebagai sarana kegiatan atau bekal untuk melatih kematangan penguasaan ilmu serta tingkat emosi dalam menghadapi anak didiknya kelak di kemudian hari sebagai calon generasi penerus dari bapak ibu guru yang sekarang sedang mengemban tugas.

Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas, maka praktikan merumuskan beberapa permasalahan antara lain sebagai berikut:
1.              Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
2.              Proses Penampilan
3.              Bimbingan Belajar/Ekstrakurikuler
4.              Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
5.              Proses Bimbingan.
A.           Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Oleh karena itu, sebelum proses pembelajaran dimulai, persiapan mengajar adalah salah satu bagian dari program pengajaran. Seorang guru hendaknya membuat satuan bahasan yang akan disajikan dalam beberapa pertemuan yang disebut dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat sesuai acuan untuk melaksanaan proses pembelajaran dikelas agar lebih efektif dan efisien.
Adapun masalah – masalah yang dialami praktikan dalam proses penyusunan RPP sebelum kegiatan belajar mengajar yakni dari penyusunan RPP pertama sampai terakhir yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1.    Penyusunan RPP Pertama
            Salah satu faktor permasalahan yang dialami Praktikan pada penyusunan RPP Pertama yaitu RPP tidak sesuai karena adanya perbedaan juga Praktikan terburu-buru menyusun RPP karena waktu pelaksanaannya sudah dekat.
2.    Penyusunan RPP Kedua
Faktor permasalahan yang dialami Praktiakan pada penyusunan RPP kedua yaitu waktu proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan waktu yang  direncanakan dalam RPP, penyebabnya karena siswa yang terlalu banyak dan kebiasaan siswa yang suka bermain di dalam kelas serta metode Pembelajaran diskusi kelompok yang dimanfaatkan oleh siswa untuk bercanda, penyebabnya karena siswa yang terlalu banyak dan kebiasaan siswa menggunakan waktu diskusi sebagai kesempatan untuk bercanda dengan siswa yang lain.
3.    Penyusunan RPP Ketiga
Praktikan tidak terlalu banyak membuat kesalahan pada RPP, karena setelah menemui dan banyak berkonsultasi dengan guru pamong yang telah memberikan pengarahan tentang penyusunan  RPP  KTSP yang  disesuaikan dengan berbagai instrumen lain yang terdapat dalam RPP, maka praktikan mulai mengerti dan merevisi RPP pertama menjadi RPP kedua. Dengan contoh yang diberikan oleh guru pamong, praktikan semakin mengerti dan  tidak mengalami banyak kesulitan dalam penyusunan RPP kedua.
4.    Penyusunan RPP Keempat
RPP keempat sudah benar, praktikan tidak ada lagi mengalami kesulitan dalam penyusunannya karena praktikan sudah mengerti apa yang harus praktikan lakukan ketika membuat RPP. Berkat bimbingan dari guru pamong praktikan selama di SMP Negeri 1 Kobalima, praktikan merasa sangat terbantu sekali karena sudah di ajarkan cara membuat RPP yang benar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
B.            Proses Penampilan
Dalam pelaksanaan Program Praktek Keguruan (PPK-2) di SMP Negeri 1 Kobalima praktikan sebagai calon guru wajar jika masih terdapat kekurangan atau masalah-masalah yang dihadapi. Dengan melihat kekurangan itulah praktikan dapat menambah kualitas dalam mengajar. Perasaan gugup, takut,cemas yang menjadi kendala utama bagi praktika sebelum mengajar. Perasaan was-was dan takut gagal terlalu berlebihan sehingga praktikan membayangkan akan menemui pada pembukaan pelajaran yaitu praktikan sulit menemui motivasi pada masing-masing siswa yang masih belum memperhatikan pelajaran dan masih sibuk dengan urusannya masing-masing.
Pada penampilan pertama praktikan  mengalami nervous/gugup yang  seperti dihadapi kebanyakan praktikan lain pada penampilan pertama di lapangan. Praktikan yang ditempatkan di kelas IX D dengan jumlah siswanya 25 siswa yang pada dasarnya praktikan belum mengenal karakteristik dari tiap siswa  dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan suasana kelas. Ketika praktikan mendapatkan informasi bahwa kelas IX D merupakan kelas yang lumayan terkenal nakalnya. Setelah kelas IX D semakin membuat perasaan cemas dan gugup praktikan menjadi meningkat takut bagaimana cara mengatasinya nanti.
Ketika masuk kegiatan inti, seringkali praktikan sulit untuk mengendalikan suasana keributan di kelas karena praktikan baru pertama kali mengenal karakter siswa di sekolah nyata. Setelah masuk pada materi yang disampaikan, seringkali praktikan mengalami sedikit kesulitan dalam memberi materi karena siswa belum terkondisi dengan baik. Setelah dikondisikan, siswa diam sejenak dan memperhatikan praktikan menjelaskan. Namu pada saat proses pembelajaran berlangsung, ternyata di kelas IX D termasuk kelas yang aktif dalam bertanya tentang materi yang mereka belum mengerti. Antusias siswa sangat terlihat jelas saat mengacungkan tangan untuk bertanya kepada praktikan. Praktikan dengan penuh hati-hati menanggapi pertanyaan dari siswa, karena praktikan merasa takut nantinya konsep yang disampaikan salah. Ternyata dengan penuh hati-hati praktikan mencoba untuk menjawab dengan lantang mengenai pertanyaan yang siswa ajukan.
Praktikan juga kesulitan dalam mengalokasikan waktu yang ada dengan baik karena, alokasi yang diterapkan di SMP Negeri 1 Kobalima khususnya untuk jam mengajar jam Matematika tiap kelas, Sesekali juga praktikan memberi pertanyaan dan umpan balik kepada siswa guna membagkitkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran namun memakan waktu yang relatif singkat sehingga alokasi waktu dalam mengajar praktikan sangat singkat.
Pada penampilan kedua, praktikan mulai bertemu dengan masalah baru  ternyata di kelas IX C Kebiasaan siswa yang suka ngobrol, bercanda sama teman, pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, acuh dll. Hal ini jika dibiarkan proses pembelajaran tidak efektif dan menjadi masalah yang lebih sulit diselesaikan merujuk pada penampilan kedua.
Pada penampilan ketiga, praktikan kesulitan menentukan media pembelajaran yang dapat merangsang ranah psikomotor siswa sehingga siswa tidak bosan dengan seluruh materi yang diberikan oleh guru praktikan, karena kelas didominasi oleh siswa yang berkarakter aktif dalam mengeluarkan kata-kata spontan (clometan). Kebanyakan dari mereka membutuhkan pola pembelajaran interaktif yang membuat mereka terus bergerak selama proses belajar mengajar berlangsung dan tertarik dengan pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran ini praktikan mencoba untuk menerapkan permainan yang dinamakan Talking Stick karena permainan ini dapat memberikan tantangan,kosentrasi kepada siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sehingga membuat susasana kelas makin aktiv. Dan permainan ini sangat cocok diterapkan pada saat akhir pelajaran.
Penguasaan kelas menjadi masalah utama pada penampilan keempat. Kesulitan penguasaan kelas masih menjadi kendala berikutnya, yang ternyata bersumber dari metode ajar yang digunakan oleh praktikan. Metode mengajar praktikan masih monoton dan membuat siswa akhirnya berada diluar kendali. Praktikan juga kesulitan menarik minat siswa untuk berkonsentrasi pada materi yang dijelaskan. Mereka seringkali ngobrol sendiri di lapangan pada saat guru menerangkan materi Matematika. Hal ini membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Masalah-masalah tersebut kemudian secara bertahap diatasi pada penampilan-penampilan berikutnya dipersiapkan dengan matang sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

C.           Bimbingan Belajar/ Ekstra Kurikuler
Dalam bimbingan belajar/ekstrakurikuler tidak terdapat masalah dan praktikan dapat berpartisipasi dlam kegiatan ekstrakurikuler tersebut meskipun tidak semua kegiatan ekstrakurikuler praktikan ikuti. Memang pada awalnya kurang sosialisasi dengan guru yang mengawasi ekstrakurikuler, tapi lama kelamaan dapat bersosialisasi dengan guru yang mengawasi kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Adapun ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 1 Kobalima:
1.    Pramuka
2.    PMR
3.    Kesenian (Likurai dan Tebe)
Disekolah SMP Negeri 1 Kobaima, kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik terbukti dengan keberhasilan dari beberapa kegiatan ekstrakurikuler dalam mengikuti lomba-lomba tingkat SMP Se-Kabupaten Malaka bahkan sampai tingkat nasional.
D.           Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
Selain mengajar di satu kelas, guru pamong juga meminta praktikan  agar berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang ada di SMP Negeri 1 Kobalima. Telah ada masukan dari guru pamong, satu minggu berikutnya praktikan mulai berpartisipasi langsung membimbing siswa pada saat kegiatan bersih-bersih, tugas piket harian dan pemantau budaya di SMP Negeri 1 Kobalima. Selain itu, praktikan juga di minta untuk membantu kelas yang gurunya tidak hadir, mengawasi siswa-siswinya dan mendampingi dalam belajar sehingga kelasnya tidak gaduh dan mengganggu kelas lain yang sedang belajar. Selain itu setiap senin praktikan juga berpartisipasi piket pagi dan upacara bendera
E.            Proses Bimbingan
Guru pamong memiliki peran yang sangat besar bagi keberhasilan mahasiswa Program Praktek Keguruan (PPK) karena tanpa adanya guru pamong maka keberhasilan praktikan dilapangan tidak akan tercapai. Dalam proses bimbingan dengan guru pamong praktikan sangat terbantu karena guru pamong benar-benar memberikan bimbingan dan arahan mengenai pembutan RPP, Silabus, Program Tahunan, Program Semeter, KKM, Analisis nilai, kisi-kisi soal, pembuatan soal ulangan, Rencana Pekan Efektif (RPE), media mengajar dan sebagainya.
Secara umum bimbingan yang diberikan guru pamong tidak mengalami kesulitan. Guru pamonga memberikan masukan selesai praktikan mengajar mengenai kekurangan dan kelebihan praktikan sewaktu menyampaikan materi. Guru pamong juga mengawasi praktikan dan siswa selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan proses bimbingan di dalam kelas selama proses bimbingan berlangsung, praktikan menemukan beberapa masalah yaitu banyak siswa-siswi yang belum memiliki keberanian untuk bertanya apa yang belum dipahami serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Hal ini terjadi karena siswa masih ada rasa takut terhadap guru serta takut menggunakan bahasa yang salah ketika bertanya atau menjawab pertanyaan guru.
BAB III
FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI
Faktor-faktor penyebab dari masalah yang dialami atau dihadapi oleh praktikan selama program praktek keguruan (PPK) di SMP Negeri 1 kobalima antara lain:
A.      Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dalam proses penyusunan Rencan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) faktor penyebab yang menjadikan masalah timbul dalam pembuatan RPP yaitu adanya model penyusunan RPP KTSP berbeda dengan yang diberikan dari kampus selama praktikan dapatkan di bangku kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo Malang, tetapi berkat bimbingan dan arahan guru pamong praktikan mengetahui kesalahan dan kekurang pahaman praktikan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tersebut.
B.       Proses Penampilan
Pada penampilan mengajar pertama kali, setelah ada masukan dari guru pamong masalah yang dialami praktikan adalah sebelum masuk kemateri pembelajaran, seharusnya praktikan mengulang kembali materi sebelumnya yang sudah pernah dijelaskan agar siswa bisa mengingat kembali, kemudian praktikan harus menyampaikan tujuan pembelajaran,dan untuk menjelaskan /penguasaan materi pembelajaran praktikan sudah melakukannya dengan baik dan tidak grogi. Masalah yang kedua terletak pada kurangnya memotivasi siswa berkaitan dengan materi yang diajarkan.
Masalah dalam penampilan mengajar ketiga yaitu dalam hal penguasaan materi pembelajaran. Praktikan kurang jelas dalam memberikan contoh atau ilustrasi sesuai dengan tuntutan aspek kompetensi. Hal ini disebabkan minimnya waktu untuk menggali materi yang akan praktikan ajarkan, sehingga praktikan kurang memberikan contoh atau ilustrasi kepada siswa.
C.      Bimbingan belajar / Extrakulikuler
Masalah yang dihadapi oleh praktikan dalam kegiatan ekstrakurikuler ini adalah membimbing siswa pada saat ekstrakurikuler kesenian. Dimana praktikan juga mendapatkan kesulitan untuk mengkoordinasi siswa, sehingga banyak siswa pada saat latihan banyak yang bermain.

D.      Partisipasi dalam kehihupan sekolah
Selain kegiatan mengajar, praktikan juga harus ikut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kobalima, di antaranya green school mapping, peduli kasih serta kesiswaan.  Akan tetapi, hal tersebut tidak mengalami suatu kendala yang disebabkan oleh kesibukan para mahasiswa praktikan yang beraneka ragam di luar jam sekolah. Oleh karena itu, semua mahasiswa praktikan dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Kobalima. Faktor dari sekolah itu sendiri juga sangat mempengaruhi. Dikarenakan organisasi di SMP Negeri 1 Kobalima sudah terorganisir dengan baik, sehingga banyak kegiatan di sekolah sudah dapat dikoordinir oleh para siswanya. Oleh karena itu, mahasiswa praktikan tidak dapat terlibat secara penuh di dalamnya.
Selain itu masalahpun dialami praktikan ketika turut berpartisipasi dalam kegiatan pemantauan budaya. Praktikan cenderung diremehkan atau kurang disegani siswa sehingga siswa masih saja dengan tidak berat hati melakukan banyak pelanggaran di depan praktikan.
E.       Proses Bimbingan
Adapun permasalahan yang muncul saat proses bimbingan dengan Guru pamong, di antaranya yaitu dalam hal pemberian bimbingan kepada praktikan yang dibimbingnya. Faktor penyebab dari hal tersebut yaitu kurangnya waktu yang tersedia untuk mengobservasi penampilan praktikan.


BAB IV
UPAYA PENANGGULANGAN PERMASALAHAN YANG DIALAMI
SELAMA PELAKSANAAN PPK-2

Setelah dipaparkan mengenai masalah-masalah yang dihadapi selama kegiatan PPK-2 selanjutnya akan memaparkan upaya guna menangulangi masalah yang terjadi. Hal ini bertujuan agar masalah yang telah ditemukan tidak terjadi kembali.
A.      Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam proses  penyusunan rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMP Negeri 1 Kobalima  praktikan sedikit mengalami masalah karena penyusunan RPP yang diajarkan di kampus IKIP Budi Utomo Malang sedikit berbeda dengan yang diajarkan guru pamong praktikan di SMP Negeri 1 Kobalima. Tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah utama dalam hal penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran sehingga membuat praktikan akan semakin tahu cara membuat rencana pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal ini dapat praktikan hadapi dengan cara:
1.      Menjalin komunikasi dengan baik antara praktikan dengan guru pamong agar tidak terjadi perbedaan pendapat.
2.      Tidak malu untuk berkonsultasi/bertanya dengan guru pamong atas hal-hal yang belum diketahui atau dimengerti.
3.      Tidak pernah takut untuk dikritik oleh guru pamong apabila mengalami kesulitan dan melakukan kesalahan.
4.      Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu menggunakan standar RPP pendidikan karakter dengan menggunakan metode saintific.
5.      Mengadakan kerjasama yang baik dengan guru pamong.
B.       Proses Penampilan
Untuk memperkecil kesalahan pada saat mengajar perlu adanya kesiapan mental dan fisik serta kepercayaan yang kuat, harus ada persiapan dan penggunaan metode yang tepat dalam mengajar secara menyeluruh serta mendengarkan dan memperbaiki setiap kritik dan saran  yang diberikan oleh guru pamong sehingga dapat membantu dalam kegiatan proses penampilan praktikan. Selain itu harus mampu menempatkan diri pada siswa dimana kita tidak harus selalu meminta siswa untuk belajar secara serius dan terus menerus karena siswa akan cepat merasa jenuh dan bosan terhadap pelajaran yang akan dipelajari. Disamping itu bimbingan guru pamong sangat berarti besar untuk keberhasilan praktikan dalam mengajar, dengan arahan guru pamong dalam membuat RPP, silabus serta strategi apa yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan, diharapkan praktikan akan mencapai hasil yang maksimal.
C.      Bimbingan Belajar / Ekstrakurikuler
Siswa SMP Negeri 1 Kobalima  banyak memiliki bakat dan potensi yang biasa dikembangkan dan disalurkan dalam bidang ekstrakurikuler. Oleh karena itu, tentunya sangat membutuhkan dukungan materi dan moril pihak sekolah maupun guru. Dukungan tersebut sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh siswa yang aktif guna mengembangkan potensi yang dimilikinya.
D.      Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah partisipasi dalam kehidupan sekolah selama kurang lebih dua bulan, praktikan bertanya pada pihak sekolah tentang apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa praktikan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di SMP Negeri 1 Kobalima. Manajeman kegiatan juga merupakan salah satu upaya praktikan dalam memaksimalkan keterlibatan praktikan diluar jam mengajar.
E.       Kegiatan Penutup
Setelah kurang lebih selama 2 bulan berada di SMP Negeri 1 Kobalima sebagai mahasiswa praktikan maka pada tanggal 5 Desember  2015 praktikan dan seluruh rekan-rekan praktikan yang lain mengadakan acara perpisahan dengan seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Kobalima.

BAB V
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Setelah melaksanakan kegiatan Praktek Pengalaman Keguruan (PPK-2) di SMP Negeri 1 Kobalima mulai dari pelaksanaan observasi sekolah dan proses belajar mengajar, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1.         Adanya kerjasama yang baik dan keterbukaan dari pihak sekolah dalam menerima mahasiswa PPK-2 yang melakukan observasi dan praktek mengajar yang selama kurang lebih 2 bulan.
2.         Semua mahasiswa PPK-2 mendapatkan bekal dan pengetahuan mengajar yang baik dari guru pembibing.
3.         Semua mahasiswa PP-2K diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk lebih memperoleh pengalaman bukan hanya sekedar pengalaman dalam bidang akademis tetepi juga non akademis.
4.         Semua mahasiswa PPK-2 melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku di sekolah.
5.         Adanya interaksi antara guru-guru, siswa-siswi, dan guru-siswa cukup baik. Sehingga hubungan kekeluargaan dapat tercipta di lingkungan sekolah. Hal ini dapat terlihat dari hubungan keseharian mereka yang terlihat akrab terutama hubungan antara guru-siswa.
6.         Keadaan fisik sekolah cukup baik dan fasilitas yang memadai dapat menunjang proses belajar mengajar.
7.         SMP Negeri 1 Kobalima berada dalam lingkungan yang cukup kondusif karena letaknya jauh dari lalu lintas kendaraan sehingga tidak bising dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan tenang. Peran Koordinator Tata Tertib BK dan PKS sangat menonjol dalam hal menertibkan para peserta didik agar mematuhi tatatertib yang ada sehingga para perserta didik tidak melanggar lagi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
8.         Disiplin yang sangat tinggi juga terlihat dan diterapkan sekali disekolah ini.
9.         Adanya kegiatan ekstrakulikuler (pengembangan diri) sangat bermanfaat sebagai sarana untuk menyalurkan bakat serta minat siswa.


B.       SARAN
Adapun saran yang dapat disampaikan demi kemajuan SMP Negeri 1 Kobalima, adalah sebagai berikut:
1.    Pembelajaran bisa berlangsung efektif jika dilaksanakan dengan metode yang   bervariasi, karena itu pengajar hendaknya memperhatikan hal ini apalagi dalam pelajaran MATEMATIKA dimana pelajaran ini dianggap oleh sebagian siswa sangat sulit dan membosankan.
2.    Untuk lebih meningkatkan situasi belajar yang kondusif dan efektif, ada baiknya jumlah siswa dalam satu rombongan belajar kurang lebih 20 siswa. Hal ini untuk memudahkan proses penyampaian materi, sehingga tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.
3.    Mempertahankan dan meningkatkan kedisiplinan (tata tertib) yang sudah lama diterapkan.
4.    Mempertahankan dan meningkatkan pretasi baik dari segi akademis maupun non akademis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar