LAPORAN
PRAKTEK PENGALAMAN KEGURUAN (PPK 2 )
DI SMP NEGERI 1 KOBALIMA
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Untuk
melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat
guna
menyelesaikan program Praktek Pengalaman Keguruan (PPK)
di
SMP NEGERI 1 KOBALIMA
OLEH
OKTAVINAUS HALE MORUK
NPM : 2121000210117
IKIP BUDI UTOMO MALANG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSATA DAN KEOLAHRAGAAN
2015
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan
Individu Program Praktek Keguruan (PPK) di SMP NEGERI 1 KOBALIMA ini telah
disetujui dan disahkan untuk dilaporkan :
Wemasa,
05 Desember
2015
Mengetahui
Guru
Pamong
MONIKA DAHU KOLIK, S.Pd
NIP. 19861227 201001 2
029
Mengesahkan
Kepala SMP NEGERI
1 KOBALIMA
GREGORIUS TUAS, S.Pd
NIP. 19790309 200501 1 015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta Hidayah-NYA, sehingga dalam
Program Praktek Keguruan (PPK) yang dilaksanan mulai tanggal 05 Oktober sampai
dengan 05 Desember 2015 yang bertempat di SMP NEGERI 1 KOBALIMA dapat
diselesaikan dengan baik sampai pada saatnya penulis menyelesaikan Laporan
Individu dalam Program Praktek Keguruan (PPK) ini yang juga merupakan salah
satu laporan wajib praktikan.
Terselesaikannya
laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bpk.
Gregorius Tuas S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP NEGERI 1 KOBALIMA
2. Ibu
Monika Dahu Kolik S.Pd. selaku guru
pamong di SMP NEGERI 1 KOBALIMA
3. Seluruh
dewan guru dan karyawan di SMP NEGERI 1
KOBALIMA
4.
Drs. Harun Ahmad S,
M.Pd. selaku Kepala Pusat
Pengembangan Profesi Keguruan IKIP Budi Utomo Malang.
5. Orang
tua dan keluarga yang selalu mendukung, membantu dan mendoakan untuk
keberhasilan dalam studi termasuk pelaksanaan Program Praktek Keguruan (PPK)
ini.
6. Rekan-rekan
PPK-2 IKIP Budi Utomo Malang.
7. Siswa-siswi
SMP NEGERI 1 KOBALIMA
Penulis
menyadari bahwa penulisan Laporan Individu dalam Program Praktek Keguruan
(PPK) ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi
kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca
dan penulis khususnya.
Wemasa, 05 Desember
2015
Penulis
DAFTAR ISI
COVER/HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTRAR ISI........................................................................................................................... ii
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang............................................................................................................. 1
B. Tujuan
dan Manfaat PPK............................................................................................. 2
C. Waktu
dan Tempat PPK.............................................................................................. 3
D. Kegiatan
Awal............................................................................................................. 3
BAB
II MASALAH – MASALAH YANG DIALAMI SELAMA
PELAKSAAN PPK
A. Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)................................................. 8
B. Proses
Penampilan.......................................................................................................... 9
C. Bimbingan
Belajar/ Ekstra Kurikuler.............................................................................. 11
D. Partisipasi
Dalam Kehidupan Sekolah............................................................................ 11
E. Proses
Bimbingan........................................................................................................... 12
BAB
III FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG
DIHADAPI
A. Proses
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)..................................... 13
B. Proses
Penampilan.......................................................................................................... 13
C. Bimbingan
Belajar/Ekstrakurikuler................................................................................. 13
D. Partisipasi
Dalam Kehidupan Sekolah............................................................................ 14
E. Proses
Bimbingan........................................................................................................... 14
BAB IV UPAYA
PENANGGULANGAN PERMASALAHAN YANG
DIHADAPI
A.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran........................................................... 15
B.
Proses Penampilan.......................................................................................................... 15
C.
Bimbingan Belajar/Ekstrakurikuler................................................................................. 16
D.
Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah............................................................................ 16
E.
Kegiatan Penutup........................................................................................................... 16
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan..................................................................................................................... 17
B.
Saran............................................................................................................................... 17
LAMPIRAN –
LAMPIRAN
DOKUMENTASI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Untuk
mencapai hasil pendidikan yang optimal banyak faktor yang mempengaruhi antara
lain bimbingan dan pangajaran dari seorang guru terhadap peserta didik (siswa).
seorang guru harus mempunyai kemampuan
dan keterampilan untuk mendidik dan mengajar. Guru harus kompeten dan layak
sesuai keahliannya (profesional). Seorang guru dikatakan kompeten dan layak
bukan hanya diuji dari kemampuannya menguasai materi tetapi juga mampu menyampikannya
secara baik sehingga mampu dipahami oleh siswa. Guru harus mampu mengarahkan
dan memmbimbing siswa untuk belajar dengan aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan. Guru juga harus mampu memotivasi dan membimbing siswa dalam
proses belajar mengajar sehingga sisiwa mampu memperoleh hasil belajar yang
maksimal.
Dengan
berbagai tuntutan dan tantangan yang harus dihadapi oleh guru dalam bidang
pendidikan maka penulis yang adalah mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang yang juga
merupakan seorang calon guru merasa perlu untuk mempersiapkan diri sebelum
terjun ke dunia pendidikan yang sesungguhnya. Sebagai seorang calon guru,
penulis perlu mempersiapkan diri agar kelak bisa menjadi seorang guru yang
layak dan kompeten.
Sebagai
tindak lanjut IKIP Budi Utomo Malang melaksanakan berbagai kegiatan
diantaranya adalah kegiatan Program Praktek Keguruan (PPK). Kegiatan PPK
merupakan suatu upaya yang ditempuh dalam rangka meningkatkan kemampuan seorang
guru untuk mengemban tugas atau profesi keguruannya. Kegiatan ini dilakukan
mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di lapangan. Hal ini karena tugas
dan tanggung jawab seorang guru sangat luas, tetapi tugas di depan kelas
merupakan salah satu tugas yang dianggap sangat penting.
Dalam
kegiatan PPK akan banyak dipenuhi permasalahan baru yang tidak mungkin dapat
dipecahkan secara tepat ketika berada di depan kelas. Segudang teori yang
diperoleh pada saat kuliah tidak akan mampu menjawai sejumlah persoalan di
lapangan atau sekolah. Tempat praktek dan mekanisme pengaturan waktu akan
muncul sacara bersamaan melahirkan situasi baru yang belum pernah ditemui oleh
mahasiswa. Jadi mahasiswa praktek mengajar sekaligus dihadapkan pada situasi
kompleks dan majemuk yang nantinya berguna bagi mahasiswa dalam mencari solusi
dan pemecahan masalah.
Dengan
dihadapkannya mahasiswa pada kegiatan ini diharapkan akan memberikan
nilai tersendiri dalam rangka menciptakan atau pembentukan tenaga kependidikan
yang profesional sehingga tercipta lulusan – lulusan yang berkualitas di tengah
– tengah masyarakat
B.
Tujuan dan Manfaat PPK
PPK adalah
salah satu program mata kuliah yang diselenggarakan oleh P3G (Pusat
Pengembangan Profesi Keguruan) IKIP Budi Utomo Malang berupa kegiatan
pembelajaran praktek mengajar secara nyata dalam bentuk latihan mengajar di
kelas yang sesungguhnya bagi mahasiswa yang berupa kinerja dalam semua hal yang
berkaitan dengan jabatan keguruan baik kegiatan mengajar maupun tugas keguruan
lainnya.
Tujuan dari
PPK adalah untuk melatih mahasiswa dalam menjalankan tugasnya sebagai calon
guru yang dapat mengemban kinerja keguruannya dengan baik. Selain tujuan di
atas, ada tujuan lainnya pula sebagai berikut:
1.
Memberi kesempatan kepada mahasiswa
PPK untuk menerapkan disiplin ilmu yang diperolehnya selama masa perkuliahan.
2.
Memberi kesempatan kepada mahasiswa
untuk meningkatkan kemampuan mengajar dengan mengujicobakan berbagai strategi
pembelajaran.
3.
Diharapkan setelah menyelesaikan PPK
mahasiswa dapat mengembangkan satuan pelajaran ( satpel ) serta
mempraktikannya.
4.
Melalui observasi atau orientasi
mahasiswa dapat memahami salah satu aspek tentang keguruan di luar praktek
mengajar dengan pembuatan laporan mengenai PPK yang telah dilaksanakan.
5.
Menambah wawasan bagi mahasiswa/i
PPK dari sekolah tempat pelaksanaan PPK.
C.
Waktu Dan Tempat PPK
Waktu
Kegiatan
Ø Awal : 05 Oktober 2015
Ø Berakhir
: 05 Desember
2015
Tempat Kegiatan : SMP Negeri 1 Kobalima
Objek PPK
: Pembelajaran Siswa dan
Siswa Kelas IX
D.
Kegiatan Awal
Tahap ini
adalah tahap sebelum pelaksanaan PPK dilaksanakan. Tahap ini merupakan tahap
pendaftaran PPK melalui P3G dengan rentang waktu 15 Juni
2015 – 01 Agustus 2015. Kemudian
dilanjutkan dengan pelaksanaan PPK-1 berupa microteaching pada tanggal 10
Agustus – 12 September 2015. Setelah dinyatakan lulus PPK-1 pada tanggal 17
September 2015 maka seluruh peserta PPK-1 yang lulus berhak untuk melanjutkan
ke PPK-2 yaitu pengajaran secara langsung di sekolah.
Tahap PPK-2
ini meliputi pertemuan pembimbing PPK-2, pembekalan dan observasi/pengenalan
sekolah (profil sekolah). Mahasiswa yang mengikuti PPK di SMP Negeri 1 Kobalima
ini berjumlah 13 orang, yaitu :
NAMA
|
NPM
|
JURUSAN
|
TIFANI H.Y SUTARNO
|
2121000430277
|
SEJARAH
& SOSIOLOGI
|
MARIA IMELDA NAMOK
|
2121000430007
|
SEJARAH
& SOSIOLOGI
|
NORBERTO A. LOPES
|
2121000430250
|
SEJARAH
& SOSIOLOGI
|
ALCINA B.M DACOSTA
|
2121000210292
|
MATEMATIKA
|
APLONIO G. FATIMA
|
2121000210294
|
MATEMATIKA
|
LAURENTINA FRANS OES
|
2121000210326
|
MATEMATIKA
|
MARIA DASILFA NAMOK
|
2121000210139
|
MATEMATIKA
|
MARIA SIVA BITA
|
21210002100105
|
MATEMATIKA
|
MARIA FLORIDA NAHAK
|
2121000210056
|
MATEMATIKA
|
OKTOVIANUS H. MORUK
|
2121000210117
|
MATEMATIKA
|
YANUARIUS LUAN
|
2121000210116
|
MATEMATIKA
|
HERI SILVESTER S. BRIA
|
2121000220294
|
BIOLOGI
|
MARTINHO FRANS OES
|
2131000220326
|
BIOLOGI
|
Berikut
adalah penjabaran dari kegiatan pembekalan dan observasi :
1.
Kegiatan
Pembekalan
Kegiatan pembekalan peserta PPK-1
dilaksanakan pada bulan Agustus melalui koordinator PPK-1. Materi
kegiatan pembekalan (Micro Teaching) ini berisikan penjelasan-penjelasan
panduan PPK yang telah disusun oleh P3G IKIP Budi Utomo Malang yaitu tentang
hakikat mata kuliah PPK-1, tujuan PPK-1, pokok-pokok kegiatan yang
dilaksanakan, prosedur penilaian dan jadwal pelaksanaan PPK-1 serta hal-hal
yang bersifat tehknis lainnya.
Maksud dan tujuan kegiatan
pembekalan PPK-1 (micro teaching) ini adalah membekali mahasiswa sebelum benar-
benar terjun ke sekolah tempat latihan praktik kependidikan untuk praktek
mengajar. Latihan demi latihan harus diprogramkan secara sistematis dan
konsisten, jika penampilan atau penyampaian bahan ajar itu tidak dilatih dan
dibiasakan sedemikian rupa, maka apa yang dilakukannya di depan kelas hanyalah
bersifat eksperimental.
2.
Kegiatan
Observasi
Setelah dinyatakan lulus PPK-1 maka
mahasiswa berhak untuk lanjut ke PPK-2 yaitu dengan berkonsultasi langsung pada
dosen pendamping PPK-2. Kegiatan oservasi dilaksanakan pada tanggal 05
Oktober sampai 05 Desember 2015. Kegiatan observasi diawali dengan kunjungan
perdana ke SMP Negeri 1 Kobalima dengan meminta surat rekomendasi dari kepala
sekolah bahwa mahasiswa di ijinkan untuk melaksanakan PPK-2 di SMP Negeri 1 Kobalima. Kemudian menyerahkan surat
rekomendasi dari kepala sekolah ke bagian P3G
untuk mengambil surat pengantar dari kampus. Hari selanjutnya dilanjutkan
perkenalan dengan masing-masing guru pamong.
BAB II
MASALAH-MASALAH
YANG DIALAMI SELAMA PELAKSANAAN
PROGRAM
PRAKTEK KEGURUAN
Salah satu
upaya guna mengembangkan potensi manusia adalah melalui pendidikan formal.
Pendidikan formal ini mengemban tugas penting untuk menyiapkan sumber daya
manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas di masa depan. Di lingkungan
pendidikan persekolahan ini, guru profesional memegang kunci utama bagi
peningkatan mutu SDM masa depan itu. Guru merupakan tenaga pendidik profesional
yang melakukan tugas pokok dan fungsi meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
dan sikap peserta didik sebagai aset manusia Indonesia masa depan.
IKIP Budi
Utomo Malang merupakan salah satu pendidikan formal di Indonesia yang terjun
dalam dunia pendidikan dan merupakan sebagai salah satu perguruan tinggi di
Indonesia harus mampu menciptakan guru/tenaga pendidik yang berpengetahuan dan
mempunyai pengalaman dibidangnya.
Program
praktek keguruan yang dikenal sebagai PPK merupakan salah satu kegiatan IKIP
Budi Utomo Malang agar para mahasiswa (praktikan) mendapat pengalaman
kependidikan secara faktual di lapangan. Sehingga jika mahasiswa telah lulus
dari IKIP Budi Utomo Malang mahasiswa siap menjadi seorang tenaga pendidik yang
dibekali oleh pengalaman. Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap,
dan keterampilan dalam profesi sebagai pendidik dan tenaga kependidikan serta
mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, baik di
sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab.
Budi Utomo
Malang pada semester ganjil tahun ajaran 2015 - 2016 kembali melaksanakan Program
praktek keguruan (PPK-2). Kegiatan PPK-2 ini dilaksanakan dari bulan September 2015
sampai dengan November 2015. Pelaksanaan PPK-2 dilaksanakan di Sekolah Menengah
Pertama(SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satu dari sekolah tersebut
adalah SMP Negeri 1 Kobalima di Jln. Masinlulik, Desa Litamali, Kec. Kobalim, Kab. Malaka
Pelaksanaan
PPK di SMP Negeri 1 Kobalima telah memberikan banyak pengalaman bagi praktikan.
Praktikan berharap dapat memberikan kontribusi bagi dunia kependidikan maupun
lingkungan masyarakat kelak. Secara umum, pengalaman yang diperoleh berkaitan
dengan bagaimana cara mengembangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang
guru. Kompetensi tersebut antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi
profesional, kompetensi kepribadian dan kompetenensi sosial.
Kompetensi
pedagogik adalah kemampuan guru yang berkaitan dengan persiapan dan pelaksanaan
pembelajaran di kelas, berhubungan dengan siswa, materi pelajaran, media
pembelajaran, dan sarana-prasarana. Kompetensi profesional adalah kemampuan
guru dalam menguasai materi bahan belajar secara mendalam dan luas, yang
mencakup materi minimal dalam kurikulum yang berlaku, substansi keilmuan yang
mengenai materi tersebut, penguasaan strukrtur dan metodologi keilmuannya.
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan individu yang mencerminkan kepribadian
stabil, dewasa, arif, berwibawa, teladan, dan berakhlaq mulia. Sedangkan
kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dan bergaul secara
efektif dengan siswa, sejawat guru, pimpinan, staf yang lain, dan masyarakat
yang lainnya.
Kompetensi
tersebut dapat dimunculkan dan dikembangkan melalui kegiatan PPK yang
selanjutnya dapat dibawa dalam kegiatan mengajar kelak. Berbagai hambatan
terjadi dalam kegiatan PPK ini seperti masalah yang berkaitan dengan penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penampilan kegiatan pembelajaran di
kelas, bimbingan belajar dan ekstrakurikuler, partisipasi dalam kehidupan
sekolah, dan proses bimbingan. Hambatan tersebut tentu saja tidak dijadikan
faktor ketidak berhasilan PPK namun dapat dijadikan sebagai pengalaman agar
hambatan tersebut tidak muncul kembali pada pengajaran selanjutnya. praktikan diberikan kesempatan mempergunakan
waktu selama beberapa hari untuk masa orientasi dan pengenalan lingkungan
sekolah latihan SMP Negeri 1 Kobalima. Pada masa adaptasi terjalin sosialisasi dalam bentuk perkenalan
dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan pihak sekolah, diantaranya:
1. Kepala
Sekolah;
2. Wakil Kepala
Sekolah;
3. Para Guru
dan Staf Pengajar;
4. Staf Tata
Usaha dan Perpustakaan;
5. Staf
Bimbingan Konseling; dan
6.
Siswa SMP Negeri 1 Kobalima
Selama 2
bulan masa PPK-2, telah banyak pengalaman yang memberikan input berharga bagi
diri praktikan yang dimulai dengan proses adaptasi pada lingkungan sekolah,
termasuk berinteraksi baik dengan para tenaga pengajar maupun dengan
siswa-siswi SMP Negeri 1 Kobaima. Praktikan berperan sebagai guru yang bertugas
untuk mengelola kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Namun, dituntut juga
untuk mendidik serta membentuk kepribadian para siswa sesuai dengan tujuan yang
diharapkan dalam sistem pendidikan nasional.
Sementara
dalam kegiatan pembelajaran, praktikan mendapat kesempatan mengajar di kelas IX
C dan IX D, dengan jumlah jam pelajaran setiap kelas ada 2 jam pelajaran. Jadi,
setiap minggunya praktikan mengajar
sebanyak 8 jam.
Adapun
jadwal mengajar selama PPK-2 di SMPN 1 Kobalima adalah sebagai berikut:
Hari
|
Kelas
|
Jam Ke-
|
Alokasi Waktu
|
Waktu Ganti
(10 menit)
|
Waktu Selesai
|
Senin
|
IX C
|
1-2
|
07:15 – 08:35
|
10 Menit
|
08:25
|
Selasa
|
IX D
|
3-4
|
08:35 – 09:55
|
10 Menit
|
09:45
|
Rabu
|
IX D
|
3-4
|
08:35 – 09:55
|
10 Menit
|
09:45
|
Kamis
|
IX C
|
5-6
|
10:25 – 11:45
|
10 Menit
|
11:35
|
Sebagai
calon pendidik, praktikan berusaha menjadi teladan budi pekerti yang baik bagi
anak-anak didiknya. Praktek Profesi Kependidikan sangat dibutuhkan bagi calon
pendidik sebagai sarana kegiatan atau bekal untuk melatih kematangan penguasaan
ilmu serta tingkat emosi dalam menghadapi anak didiknya kelak di kemudian hari
sebagai calon generasi penerus dari bapak ibu guru yang sekarang sedang
mengemban tugas.
Berdasarkan
hal-hal yang dikemukakan di atas, maka praktikan merumuskan beberapa
permasalahan antara lain sebagai berikut:
1.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
2.
Proses Penampilan
3.
Bimbingan Belajar/Ekstrakurikuler
4.
Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
5.
Proses Bimbingan.
A.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
RPP
merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran
untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan
dijabarkan dalam silabus. Oleh karena itu, sebelum proses pembelajaran dimulai,
persiapan mengajar adalah salah satu bagian dari program pengajaran. Seorang
guru hendaknya membuat satuan bahasan yang akan disajikan dalam beberapa
pertemuan yang disebut dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran dibuat sesuai acuan untuk melaksanaan proses pembelajaran dikelas
agar lebih efektif dan efisien.
Adapun
masalah – masalah yang dialami praktikan dalam proses penyusunan RPP sebelum
kegiatan belajar mengajar yakni dari penyusunan RPP pertama sampai terakhir
yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1.
Penyusunan RPP Pertama
Salah
satu faktor permasalahan yang dialami Praktikan pada penyusunan RPP Pertama
yaitu RPP tidak sesuai karena adanya perbedaan juga Praktikan terburu-buru
menyusun RPP karena waktu pelaksanaannya sudah dekat.
2.
Penyusunan RPP Kedua
Faktor
permasalahan yang dialami Praktiakan pada penyusunan RPP kedua yaitu waktu
proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan dalam RPP, penyebabnya karena
siswa yang terlalu banyak dan kebiasaan siswa yang suka bermain di dalam kelas
serta metode Pembelajaran diskusi kelompok yang dimanfaatkan oleh siswa untuk
bercanda, penyebabnya karena siswa yang terlalu banyak dan kebiasaan siswa
menggunakan waktu diskusi sebagai kesempatan untuk bercanda dengan siswa yang
lain.
3.
Penyusunan RPP Ketiga
Praktikan
tidak terlalu banyak membuat kesalahan pada RPP, karena setelah menemui dan
banyak berkonsultasi dengan guru pamong yang telah memberikan pengarahan
tentang penyusunan RPP KTSP yang disesuaikan dengan berbagai
instrumen lain yang terdapat dalam RPP, maka praktikan mulai mengerti dan
merevisi RPP pertama menjadi RPP kedua. Dengan contoh yang diberikan oleh guru
pamong, praktikan semakin mengerti dan tidak mengalami banyak kesulitan
dalam penyusunan RPP kedua.
4.
Penyusunan RPP Keempat
RPP keempat
sudah benar, praktikan tidak ada lagi mengalami kesulitan dalam penyusunannya
karena praktikan sudah mengerti apa yang harus praktikan lakukan ketika membuat
RPP. Berkat bimbingan dari guru pamong praktikan selama di SMP Negeri 1
Kobalima, praktikan merasa sangat terbantu sekali karena sudah di ajarkan cara
membuat RPP yang benar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
B.
Proses Penampilan
Dalam
pelaksanaan Program Praktek Keguruan (PPK-2) di SMP Negeri 1 Kobalima praktikan
sebagai calon guru wajar jika masih terdapat kekurangan atau masalah-masalah
yang dihadapi. Dengan melihat kekurangan itulah praktikan dapat menambah
kualitas dalam mengajar. Perasaan gugup, takut,cemas yang menjadi kendala utama
bagi praktika sebelum mengajar. Perasaan was-was dan takut gagal terlalu
berlebihan sehingga praktikan membayangkan akan menemui pada pembukaan
pelajaran yaitu praktikan sulit menemui motivasi pada masing-masing siswa yang
masih belum memperhatikan pelajaran dan masih sibuk dengan urusannya
masing-masing.
Pada penampilan
pertama praktikan mengalami
nervous/gugup yang seperti dihadapi kebanyakan praktikan lain pada
penampilan pertama di lapangan. Praktikan yang ditempatkan di kelas IX D dengan jumlah siswanya 25 siswa yang pada dasarnya praktikan belum
mengenal karakteristik dari tiap siswa dan kemampuan untuk beradaptasi
dengan situasi dan suasana kelas. Ketika praktikan mendapatkan informasi bahwa
kelas IX D merupakan kelas yang lumayan terkenal
nakalnya. Setelah kelas IX D semakin membuat perasaan cemas dan gugup praktikan menjadi meningkat takut
bagaimana cara mengatasinya nanti.
Ketika masuk
kegiatan inti, seringkali praktikan sulit untuk mengendalikan suasana keributan
di kelas karena praktikan baru pertama kali mengenal karakter siswa di sekolah
nyata. Setelah masuk pada materi yang disampaikan, seringkali praktikan
mengalami sedikit kesulitan dalam memberi materi karena siswa belum terkondisi
dengan baik. Setelah dikondisikan, siswa diam sejenak dan memperhatikan
praktikan menjelaskan. Namu pada saat proses pembelajaran berlangsung, ternyata
di kelas IX D termasuk kelas yang aktif dalam
bertanya tentang materi yang mereka belum mengerti. Antusias siswa sangat
terlihat jelas saat mengacungkan tangan untuk bertanya kepada praktikan.
Praktikan dengan penuh hati-hati menanggapi pertanyaan dari siswa, karena
praktikan merasa takut nantinya konsep yang disampaikan salah. Ternyata dengan
penuh hati-hati praktikan mencoba untuk menjawab dengan lantang mengenai
pertanyaan yang siswa ajukan.
Praktikan
juga kesulitan dalam mengalokasikan waktu yang ada dengan baik karena, alokasi yang diterapkan di SMP Negeri 1 Kobalima khususnya untuk jam
mengajar jam Matematika tiap kelas, Sesekali juga praktikan memberi
pertanyaan dan umpan balik kepada siswa guna membagkitkan semangat siswa dalam
mengikuti pelajaran namun memakan waktu yang relatif singkat sehingga alokasi
waktu dalam mengajar praktikan sangat singkat.
Pada
penampilan kedua, praktikan mulai bertemu dengan masalah baru ternyata di
kelas IX C Kebiasaan siswa yang suka ngobrol, bercanda sama teman, pada saat
kegiatan belajar mengajar berlangsung, acuh dll. Hal ini jika dibiarkan proses
pembelajaran tidak efektif dan menjadi masalah yang lebih sulit diselesaikan
merujuk pada penampilan kedua.
Pada
penampilan ketiga, praktikan kesulitan menentukan media pembelajaran yang dapat
merangsang ranah psikomotor siswa sehingga siswa tidak bosan dengan seluruh materi
yang diberikan oleh guru praktikan, karena kelas didominasi oleh siswa yang
berkarakter aktif dalam mengeluarkan kata-kata spontan (clometan). Kebanyakan dari mereka membutuhkan pola
pembelajaran interaktif yang membuat mereka terus bergerak selama proses
belajar mengajar berlangsung dan tertarik dengan pelajaran yang diajarkan. Oleh
karena itu, dalam pembelajaran ini praktikan mencoba untuk menerapkan permainan
yang dinamakan Talking Stick karena permainan ini dapat memberikan tantangan,kosentrasi
kepada siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sehingga
membuat susasana kelas makin aktiv. Dan permainan ini sangat cocok diterapkan
pada saat akhir pelajaran.
Penguasaan
kelas menjadi masalah utama pada penampilan keempat. Kesulitan penguasaan kelas
masih menjadi kendala berikutnya, yang ternyata bersumber dari metode ajar yang
digunakan oleh praktikan. Metode mengajar praktikan masih monoton dan membuat
siswa akhirnya berada diluar kendali. Praktikan juga kesulitan menarik minat
siswa untuk berkonsentrasi pada materi yang dijelaskan. Mereka seringkali
ngobrol sendiri di lapangan pada saat guru menerangkan materi Matematika. Hal ini membuat proses belajar mengajar menjadi
kurang efektif. Masalah-masalah tersebut kemudian secara bertahap diatasi pada
penampilan-penampilan berikutnya dipersiapkan dengan matang sehingga proses
belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
C.
Bimbingan Belajar/ Ekstra Kurikuler
Dalam
bimbingan belajar/ekstrakurikuler tidak terdapat masalah dan praktikan dapat
berpartisipasi dlam kegiatan ekstrakurikuler tersebut meskipun tidak semua
kegiatan ekstrakurikuler praktikan ikuti. Memang pada awalnya kurang
sosialisasi dengan guru yang mengawasi ekstrakurikuler, tapi lama kelamaan
dapat bersosialisasi dengan guru yang mengawasi kegiatan ekstrakurikuler
tersebut. Adapun ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 1 Kobalima:
1. Pramuka
2. PMR
3. Kesenian
(Likurai dan Tebe)
Disekolah SMP Negeri 1 Kobaima,
kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik terbukti dengan keberhasilan dari
beberapa kegiatan ekstrakurikuler dalam mengikuti lomba-lomba tingkat SMP
Se-Kabupaten Malaka bahkan sampai tingkat nasional.
D.
Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
Selain
mengajar di satu kelas, guru pamong juga meminta praktikan agar
berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang ada di SMP Negeri 1 Kobalima. Telah
ada masukan dari guru pamong, satu minggu berikutnya praktikan mulai
berpartisipasi langsung membimbing siswa pada saat kegiatan bersih-bersih,
tugas piket harian dan pemantau budaya di SMP Negeri 1 Kobalima. Selain itu,
praktikan juga di minta untuk membantu kelas yang gurunya tidak hadir,
mengawasi siswa-siswinya dan mendampingi dalam belajar sehingga kelasnya tidak
gaduh dan mengganggu kelas lain yang sedang belajar. Selain itu setiap senin
praktikan juga berpartisipasi piket pagi dan upacara bendera
E.
Proses Bimbingan
Guru pamong
memiliki peran yang sangat besar bagi keberhasilan mahasiswa Program Praktek Keguruan
(PPK) karena tanpa adanya guru pamong maka keberhasilan praktikan dilapangan
tidak akan tercapai. Dalam proses bimbingan dengan guru pamong praktikan sangat
terbantu karena guru pamong benar-benar memberikan bimbingan dan arahan
mengenai pembutan RPP, Silabus, Program Tahunan, Program Semeter, KKM, Analisis
nilai, kisi-kisi soal, pembuatan soal ulangan, Rencana Pekan Efektif (RPE),
media mengajar dan sebagainya.
Secara umum
bimbingan yang diberikan guru pamong tidak mengalami kesulitan. Guru pamonga
memberikan masukan selesai praktikan mengajar mengenai kekurangan dan kelebihan
praktikan sewaktu menyampaikan materi. Guru pamong juga mengawasi praktikan dan
siswa selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan
proses bimbingan di dalam kelas selama proses bimbingan berlangsung, praktikan
menemukan beberapa masalah yaitu banyak siswa-siswi yang belum memiliki
keberanian untuk bertanya apa yang belum dipahami serta menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari guru. Hal ini terjadi karena siswa masih ada rasa takut
terhadap guru serta takut menggunakan bahasa yang salah ketika bertanya atau
menjawab pertanyaan guru.
BAB III
FAKTOR
PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI
Faktor-faktor penyebab dari masalah yang dialami atau
dihadapi oleh praktikan selama program praktek keguruan (PPK) di SMP Negeri 1
kobalima antara lain:
A.
Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
Dalam proses
penyusunan Rencan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) faktor penyebab yang
menjadikan masalah timbul dalam pembuatan RPP yaitu adanya model penyusunan RPP
KTSP berbeda dengan yang diberikan dari kampus selama praktikan dapatkan di
bangku kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo Malang,
tetapi berkat bimbingan dan arahan guru pamong praktikan mengetahui kesalahan
dan kekurang pahaman praktikan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran tersebut.
B.
Proses Penampilan
Pada
penampilan mengajar pertama kali, setelah ada masukan dari guru pamong masalah
yang dialami praktikan adalah sebelum masuk kemateri pembelajaran, seharusnya
praktikan mengulang kembali materi sebelumnya yang sudah pernah dijelaskan agar
siswa bisa mengingat kembali, kemudian praktikan harus menyampaikan tujuan
pembelajaran,dan untuk menjelaskan /penguasaan materi pembelajaran praktikan
sudah melakukannya dengan baik dan tidak grogi. Masalah yang kedua terletak
pada kurangnya memotivasi siswa berkaitan dengan materi yang diajarkan.
Masalah
dalam penampilan mengajar ketiga yaitu dalam hal penguasaan materi
pembelajaran. Praktikan kurang jelas dalam memberikan contoh atau ilustrasi
sesuai dengan tuntutan aspek kompetensi. Hal ini disebabkan minimnya waktu
untuk menggali materi yang akan praktikan ajarkan, sehingga praktikan kurang
memberikan contoh atau ilustrasi kepada siswa.
C.
Bimbingan belajar / Extrakulikuler
Masalah yang
dihadapi oleh praktikan dalam kegiatan ekstrakurikuler ini adalah membimbing siswa
pada saat ekstrakurikuler kesenian. Dimana
praktikan juga mendapatkan kesulitan untuk mengkoordinasi siswa, sehingga
banyak siswa pada saat latihan banyak yang bermain.
D.
Partisipasi dalam kehihupan sekolah
Selain
kegiatan mengajar, praktikan juga harus ikut berpartisipasi dalam setiap
rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kobalima, di antaranya
green school mapping, peduli kasih serta kesiswaan. Akan tetapi, hal
tersebut tidak mengalami suatu kendala yang disebabkan oleh kesibukan para
mahasiswa praktikan yang beraneka ragam di luar jam sekolah. Oleh karena itu,
semua mahasiswa praktikan dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan
di sekolah SMP Negeri 1 Kobalima. Faktor dari sekolah itu sendiri juga sangat
mempengaruhi. Dikarenakan organisasi di SMP Negeri 1 Kobalima sudah
terorganisir dengan baik, sehingga banyak kegiatan di sekolah sudah dapat
dikoordinir oleh para siswanya. Oleh karena itu, mahasiswa praktikan tidak
dapat terlibat secara penuh di dalamnya.
Selain itu
masalahpun dialami praktikan ketika turut berpartisipasi dalam kegiatan
pemantauan budaya. Praktikan cenderung diremehkan atau kurang disegani siswa sehingga
siswa masih saja dengan tidak berat hati melakukan banyak pelanggaran di depan
praktikan.
E.
Proses Bimbingan
Adapun
permasalahan yang muncul saat proses bimbingan dengan Guru pamong, di antaranya
yaitu dalam hal pemberian bimbingan kepada praktikan yang dibimbingnya. Faktor
penyebab dari hal tersebut yaitu kurangnya waktu yang tersedia untuk
mengobservasi penampilan praktikan.
BAB IV
UPAYA
PENANGGULANGAN PERMASALAHAN YANG DIALAMI
SELAMA
PELAKSANAAN PPK-2
Setelah
dipaparkan mengenai masalah-masalah yang
dihadapi selama kegiatan PPK-2 selanjutnya akan memaparkan upaya guna
menangulangi masalah yang terjadi. Hal ini bertujuan agar masalah yang telah
ditemukan tidak terjadi kembali.
A.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
Dalam proses
penyusunan rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMP Negeri 1 Kobalima praktikan sedikit mengalami masalah karena
penyusunan RPP yang diajarkan di kampus IKIP Budi Utomo Malang sedikit berbeda
dengan yang diajarkan guru pamong praktikan di SMP Negeri 1 Kobalima. Tetapi
hal tersebut tidak menjadi masalah utama dalam hal penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran sehingga membuat praktikan akan semakin tahu cara
membuat rencana pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Hal ini dapat praktikan hadapi dengan cara:
1.
Menjalin komunikasi dengan baik
antara praktikan dengan guru pamong agar tidak terjadi perbedaan pendapat.
2.
Tidak malu untuk
berkonsultasi/bertanya dengan guru pamong atas hal-hal yang belum diketahui
atau dimengerti.
3.
Tidak pernah takut untuk dikritik
oleh guru pamong apabila mengalami kesulitan dan melakukan kesalahan.
4.
Membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu menggunakan
standar RPP pendidikan karakter dengan menggunakan metode saintific.
5.
Mengadakan kerjasama yang baik
dengan guru pamong.
B.
Proses Penampilan
Untuk memperkecil kesalahan pada saat mengajar perlu adanya kesiapan mental
dan fisik serta kepercayaan yang kuat, harus ada persiapan dan penggunaan
metode yang tepat dalam mengajar secara menyeluruh serta mendengarkan dan
memperbaiki setiap kritik dan saran yang diberikan oleh guru pamong
sehingga dapat membantu dalam kegiatan proses penampilan praktikan. Selain itu
harus mampu menempatkan diri pada siswa dimana kita tidak harus selalu meminta
siswa untuk belajar secara serius dan terus menerus karena siswa akan cepat
merasa jenuh dan bosan terhadap pelajaran yang akan dipelajari. Disamping itu
bimbingan guru pamong sangat berarti besar untuk keberhasilan praktikan dalam
mengajar, dengan arahan guru pamong dalam membuat RPP, silabus serta strategi
apa yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan, diharapkan praktikan akan
mencapai hasil yang maksimal.
C.
Bimbingan
Belajar / Ekstrakurikuler
Siswa SMP
Negeri 1 Kobalima banyak memiliki bakat
dan potensi yang biasa dikembangkan dan disalurkan dalam bidang ekstrakurikuler.
Oleh karena itu, tentunya sangat membutuhkan dukungan materi dan moril pihak
sekolah maupun guru. Dukungan tersebut sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh
siswa yang aktif guna mengembangkan potensi yang dimilikinya.
D.
Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
Upaya yang
dapat dilakukan untuk mengatasi masalah partisipasi dalam kehidupan sekolah
selama kurang lebih dua bulan, praktikan bertanya pada pihak sekolah tentang
apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa praktikan dalam kegiatan-kegiatan yang
ada di SMP Negeri 1 Kobalima. Manajeman kegiatan juga merupakan salah satu
upaya praktikan dalam memaksimalkan keterlibatan praktikan diluar jam mengajar.
E.
Kegiatan Penutup
Setelah
kurang lebih selama 2 bulan berada di SMP Negeri 1 Kobalima sebagai mahasiswa
praktikan maka pada tanggal 5 Desember 2015 praktikan dan seluruh rekan-rekan
praktikan yang lain mengadakan acara perpisahan dengan seluruh keluarga besar
SMP Negeri 1 Kobalima.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Setelah
melaksanakan kegiatan Praktek Pengalaman Keguruan (PPK-2) di SMP Negeri 1
Kobalima mulai dari pelaksanaan observasi sekolah dan proses belajar mengajar,
maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1.
Adanya kerjasama yang
baik dan keterbukaan dari pihak sekolah dalam menerima mahasiswa PPK-2 yang
melakukan observasi dan praktek mengajar yang selama kurang lebih 2 bulan.
2.
Semua mahasiswa PPK-2
mendapatkan bekal dan pengetahuan mengajar yang baik dari guru pembibing.
3.
Semua mahasiswa PP-2K
diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk lebih memperoleh pengalaman bukan
hanya sekedar pengalaman dalam bidang akademis tetepi juga non akademis.
4.
Semua mahasiswa PPK-2
melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku di sekolah.
5.
Adanya interaksi antara
guru-guru, siswa-siswi, dan guru-siswa cukup baik. Sehingga hubungan
kekeluargaan dapat tercipta di lingkungan sekolah. Hal ini dapat terlihat dari
hubungan keseharian mereka yang terlihat akrab terutama hubungan antara
guru-siswa.
6.
Keadaan fisik sekolah
cukup baik dan fasilitas yang memadai dapat menunjang proses belajar mengajar.
7.
SMP Negeri 1 Kobalima
berada dalam lingkungan yang cukup kondusif karena letaknya jauh dari lalu
lintas kendaraan sehingga tidak bising dan tercipta suasana belajar yang nyaman
dan tenang. Peran Koordinator Tata Tertib BK dan PKS sangat menonjol dalam hal
menertibkan para peserta didik agar mematuhi tatatertib yang ada sehingga para
perserta didik tidak melanggar lagi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
8.
Disiplin yang sangat
tinggi juga terlihat dan diterapkan sekali disekolah ini.
9.
Adanya kegiatan
ekstrakulikuler (pengembangan diri) sangat bermanfaat sebagai sarana untuk
menyalurkan bakat serta minat siswa.
B.
SARAN
Adapun saran yang dapat
disampaikan demi kemajuan SMP Negeri 1 Kobalima, adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran bisa berlangsung efektif jika
dilaksanakan dengan metode yang bervariasi, karena itu pengajar hendaknya memperhatikan hal ini apalagi
dalam pelajaran MATEMATIKA dimana pelajaran ini dianggap oleh sebagian
siswa sangat sulit dan membosankan.
2. Untuk
lebih meningkatkan situasi belajar yang kondusif dan efektif, ada baiknya
jumlah siswa dalam satu rombongan belajar kurang lebih 20 siswa. Hal ini untuk
memudahkan proses penyampaian materi, sehingga tujuan pembelajaran dapat
tersampaikan dengan baik.
3. Mempertahankan
dan meningkatkan kedisiplinan (tata tertib) yang sudah lama diterapkan.
4. Mempertahankan
dan meningkatkan pretasi baik dari segi akademis maupun non akademis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar